Semangat Kejuangan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan

Sumpah Pemuda merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang memberikan dorongan semangat kepada bangsa Indonesia untuk terus berjuang. Semangat kejuangan pemuda pada masa perjuangan kemerdekaan dapat dilihat dari pengorbanannya yang tanpa pamrih terhadap bangsa dan negara.

1.      Tokoh-Tokoh Muda Pejuang Nasional

Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah kita rasakan saat ini merupakan hasil dari perjuangan para tokoh pemuda Indonesia yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Berikut beberapa tokoh pemuda yang telah berkorban dan gugur di usia muda.

a.       Jenderal Besar Soedirman

Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman atau Jenderal Soedirman lahir pada tanggal 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam sejarah Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI pertama dan termuda. Saat berusia 31 tahun, ia telah menjadi seorang jenderal. Melalui Konferensi TKR tanggal 12 November 1945, Soedirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang RI. Selanjutnya, dia mulai menderita penyakit tuberkulosis. Walaupun begitu, dia tetap berjuang melawan pasukan NICA Belanda.

Penyakit yang diderita Soedirman saat berada di Yogyakarta pun semakin parah, Hal ini membuat Soedirman harus ditandu saat berangkat dan kembali dari perang gerilya. Akhirnya, kondisi kesehatan Soedirman tidak memungkinkan untuk memimpin Angkatan Perang. Setelah itu, Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda.

Setelah Belanda menyerahkan kepulauan Nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, Jenderal Soedirman kembali ke Jakarta bersama Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada tanggal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal (34 tahun) di Magelang, Jawa Tengah, karena sakit tuberkulosis. la dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. la dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. Pada tahun 1997, Jenderal Besar Soedirman mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta dengan bintang lima.

b.      Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman adalah tokoh pemuda Indonesia yang lahir pada tanggal 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah, dan meninggal (usia 35 tahun) pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya karena sakit. Ayah W.R. Soepratman bernama Senen. W.R. Soepratman juga memiliki saudara berjumlah enam, salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, W.R. Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Saat tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya, yaitu Willem van Eldik sehingga pandai bermain biola dan bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, ia membaca sebuah karangan di majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Akhirnya, ia mulai menggubah lagu dan pada tahun 1924 lahirlah lagu "Indonesia Raya". Pada waktu itu usia W.R. Soepratman baru 21 tahun.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, W.R. Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum. Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, lagu tersebut selalu dinyanyikan. Akibat menciptakan lagu "Indonesia Raya", W.R. Soepratman selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Sesudah Indonesia merdeka, lagu "Indonesia Raya" dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa.

c.       Halim Perdanakusuma

Abdul Halim Perdanakusuma lahir pada tanggal 18 November 1922 di Sampang dan meninggal pada14 Desember 1947 di Malaysia. la merupakan salah satu tokoh pemuda yang gugur di usia muda, yaitu 25 tahun. la gugur saat menjalankan tugas semasa perang Indonesia dengan Belanda di Sumatra.

Semasa perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah Belanda di Sumatra pada tahun 1948, Halim Perdana Kusuma dan Marsma Ismayudi ditugaskan membeli kelengkapan senjata di Thailand. Keduanya ditugaskan dengan pesawat terbang jenis "Enderson". Pesawat terbang itu dipenuhi berbagai senjata api, di antaranya karbin, sten-gun, pistol, dan bom tangan. Dalam perjalanan pulang, pesawat tersebut jatuh. Bangkai pesawat terbang tersebut ditemukan di sebuah kawasan hutan berdekatan dengan Lumut, Perak, Malaysia. Namun, tim penyelamat hanya menemui jasad Halim. Sementara, Ismayudi tidak dijumpai dan tidak diketahui nasibnya hingga sekarang.

Jasad Halim kemudian sempat dikebumikan di Gunung Mesah, tidak jauh dari Gopeng, Perak, Malaysia. Beberapa tahun kemudian, kuburannya digali dan jasadnya dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Atas jasa yang sudah ia lakukan, pemerintah Indonesia memberi penghormatan kepada Halim Perdanakusuma dengan menganugerahi gelar pahlawan nasional dan mengabadikan namanya di sebuah bandara, yaitu Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta. Pemerintah juga mengabadikan namanya pada kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.

d.      Amir Hamzah

Amir Hamzah lahir pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Otara. la terlahir sebagai seorang penyair dan sastrawan Pujangga Baru. Atas jasa yang telah ia lakukan, pemerintah Indonesia menganugerahinya dengan gelar Pahlawan Nasional. la termasuk anggota keluarga Kesultanan Langkat dan memiliki nama lengkap, yaitu Tengku Amir Hamzah Indera Putera. la wafat pada tanggal 20 Maret 1946 di Kuala Begumit pada usia 35 tahun akibat revolusi sosial di Sumatra Timur,

Sejak masih kecil, Amir Hamzah sudah hidup dalam suasana lingkungan yang menggemari sastra dan sejarah. Kegemaran dan kepiawaian menulis itu berlanjut hingga saat melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta. Dalam kumpulan sajak "Buah Rindu" yang ditulis antara tahun 1928 dan 1935, tampak perubahan lirik pantun dan syair Melayunya menjadi sajak yang lebih modern.

Tahun 1931, ia telah memimpin Kongres Indonesia Muda di Solo. Sebagai sastrawan dan melalui karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia, Amir telah memberikan sumbangan besar dalam proses perkembangan dan pematangan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional Indonesia. Dalam suratnya kepada Armijn Pane pada bulan November 1932, ia menyebut bahasa Melayu adalah bahasa yang molek. Bagi Amir, bahasa Indonesia adalah simbol dari kemelayuan, kepahlawanan, dan keislaman.

Pemerintah RI kemudian mengapresiasi jasa dan sumbangsih Amir Hamzah dengan menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1975. Selain itu, penghargaan atas jasa Amir Hamzah terlihat dari penggunaan namanya sebagai nama gedung pusat kebudayaan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur dan nama masjid di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

e.       Harun Bin Said

Harun bin Said atau Thohir lahir pada tanggal 14 April 1947 di Kepulauan Bawean. Setelah lulus SMA tepatnya pada bulan Juni 1964, ia memasuki dunia militer pada Korps Komando Angkatan Laut (KKO). la sosok prajurit yang tegas, disiplin, dan mampu mengemban tugas yang dipercayakan padanya. Setelah beberapa bulan menjadi anggota KKO, ia mendapat tugas rahasia yang sangat berat pada 10 Maret 1965. la ditugaskan untuk menyusup ke Singapura dan membuat sabotase di sana. Bersama Usman bin Muhammad Ali dan Gani bin Arup, ia meherima tugas tersebut dan berusaha menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab.

Sesuai waktu yang ditentukan, ketiganya berhasil menyusup masuk ke Singapura. Bangunan McDonald Singapura yang menjadi sasaran target sabotase berhasil mereka ledakkan. Mereka pun bergegas meninggalkan wilayah Singapura. Sayang, boat vang mereka tumpangi mendadak rusak hingga Harun bin Said dan Usman bin Muhammad Ali ditangkap pasukan khusus Australia di Pelabuhan Singapura.

Setelah diajukan ke muka persidangan, hakim Singapura memutuskan Harun bin Seid bersalah dan divonis hukuman mati. Meskipun pemerintah Indonesia telah menempuh berbagai cara untuk membebaskan Harun bin Said, semua usaha itu gagal, Harun bin Said tetap harus menjalani hukuman mati pada tanggal 17 Oktober 1968 di Changi, Singapura. Jenazah Harun bin Said kemudian dikembalikan ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Pemerintah Indonesia mengangkat Harun bin Said sebagai Pahlawan Pembela Kebenaran.

2.      Nilai-Nilai Sumpah Pemuda 1928

Sumpah Pemuda mengandung nilai-nilai luhur yang patut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun nilai-nilal iunur Sumpan Pemuda 1928 sebagai berikut

a.       Mementingkan Rasa Persatuan

Pada peristiwa Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia berjuang dalam satu kesatuan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka. Dengan bersatu, kita menjadi kuat dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang berat sekalipun.

b.      Cinta Tanah Air

Cinta pada bangsa dan tanah air, artinya setia pada bangsa dan negara Indonesia. Cinta tanah air berarti rela berkorban untuk tanah air dan membela dari segala macam ancaman dan gangguan yang datang dari bangsa mana pun. Para pahlawan telah membuktikan cintanya kepada tanah Indonesia dengan berani mengorbankan nyawa demi Indonesia.

c.       Mengutamakan Kepentingan Bersama

Pada saat Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia berasal dari daerah dan golongan yang berbeda-beda. Akan tetapi, para pemuda selalu mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi dan golongan.

d.      Sikap Keberanian

Keberanian adalah sikap yang menunjukkan rasa percaya diri yang besar dan tidak memiliki rasa takut dalam menghadapi kesulitan. Para pemuda Indonesia telah menunjukkan rasa keberaniannya dengan mencetuskan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Mereka tidak takut terhadap tentara Belanda yang saat itu tengah menjaga jalannya kongres.

e.       Rela Berkorban

Rela berkorban, artinya berbuat secara ikhlas dan tanpa pamrih. Sikap rela berkorban tidak mengharapkan imbalan. Para pemuda Indonesia dalam peristiwa Sumpah Pemuda telah mengorbankan banyak tenaga, pikiran, dan kebutuhan pribadinya demi kepentingan banyak orang.

f.       Menerima dan Menghargai Adanya Perbedaan

Dalam peristiwa Sumpah Pemuda, ada banyak golongan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang berbeda. Akan tetapi, mereka tetap menerima dan saling menghargai.

C. Nilai dan Semangat Sumpah Pemuda pada Masa Sekarang

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting bagi lahirnya persatuan bangsa Indonesia. Dalam Sumpah Pemuda, terdapat nilai-nilai yang dapat kita ambil dan terapkan pada masa sekarang, khususnya bagi para generasi muda saat ini.

1.      Semangat Sumpah Pemuda 1928 pada Masa Sekarang

Semangat Sumpah Pemuda disebut sebagai semangat kebangsaan karena para pemuda selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semangat kebangsaan merupakan kesadaran budi yang mendorong orang rela menyerahkan kesetiaan tertinggi kepada bangsa dan negara. Semangat kebangsaan adalah kekuatan yang terpokok dari setiap ideologi yang ada di dunia.

Semangat dan komitmen Sumpah Pemuda dalam mempersatukan bangsa Indonesia dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa perlu ditiru dan dicontoh. Contoh penerapan semangat dan komitmen Sumpah Pemuda sebagai berikut.

  1. Menghargai keragaman suku, agama, ras, dan budaya.
  2. Menghargai perbedaan pendapat, tidak egois, dan bermusyawarah untuk mengatasi permasalahan.
  3. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan sopan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga kelestarian flora dan fauna.
  5. Mencintai dan menggunakan produk buatan dalam negeri.

Sebagai generasi pemuda saat kini, kamu harus mengetahui dan menghormati simbol-simbol negara. Berikut simbol-simbol negara Indonesia yang harus dihormati.

a.       Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi dasar atau pedoman dalam penyelenggaraan negara. Seandainya negara adalah sebuah bangunan, Pancasila sebagai fondasi yang dijadikan tempat berpijak bangunan-bangunan berikutnya. Dengan demikian, Pancasila dijadikan dasar dan tonggak dalam pembuatan segala peraturan perundang-undangan negara serta berbagai peraturan lainnya. Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila berfungsi sebagai pedoman atau petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

b.      Lagu"Indonesia Raya" sebagai Lagu Kebangsaan

Lagu"Indonesia Raya"pertama kali diperdengarkan oleh penciptanya sendiri, yaitu W.R. Soepratman pada Kongres Pemuda Indonesia IlI di Jakarta tanggal 28 Oktober 1928. Setelah Indonesia merdeka, lagu "Indonesia Raya" ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1958.

c.       Bendera Merah Putih sebagai Bendera Negara

Dasar hukum berlakunya bendera kebangsaan negara RI adalah Pasal 35 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi "Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih". Secara terperinci, bendera negara diatur dalam PP No. 40 Tahun 1958. Secara umum, bendera negara mempunyai fungsi sebagai berikut.

  1. Sebagai lambang kedaulatan negara.
  2. Sebagai identitas bangsa dan negara.
  3. Sebagai lambang kehormatan dan harga diri suatu bangsa atau negara.

d.      Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara

Lambang negara Indonesia adalah burung Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.

2.      Mengamalkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Kehidupan Sehari-hari.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

a.       Lingkungan Keluarga

  1. Saling menghormati antaranggota keluarga.
  2. Tolong-menolong antaranggota keluarga.
  3. Menghargai pendapat anggota keluarga.
  4. Saling menyayangi sesama anggota keluarga.
  5. Bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah.

b.      Lingkungan Sekolah

  1. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
  2. Mematuhi semua peraturan sekolah yang ada
  3. Melaksanakan tugas piket kelas sesuai jadwal.
  4. Membantu teman yang membutuhkan bantuan.
  5. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

c.       Lingkungan Masyarakat

  1. Ikut kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar
  2. Ikut menjaga keamanan lingkungan sekitar.
  3. Menjalin kerja sama yang baik dengan warga masyarakat.
  4. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat,
  5. Memberikan bantuan kepada tetangga yang membutuhkan bantuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPKn Kelas 9