Mewujudkan Persatuan dan Kebanggaan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional
Usaha bangsa Indonesia
mencapai persatuan bangsa, kesatuan negara, dan keutuhan Nusantara telah
melewati jangka waktu yang sangat panjang. Untuk mencapai persatuan, kesatuan,
dan keutuhan negara dibutuhkan waktu yang sangat lama.
1. Mewujudkan Persatuan
Indonesia
Kata persatuan berasal
dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah belah. Persatuan
mengandung arti bersatu atau berkumpulnya berbagai komponen menjadi satu. Arti
kata kesatuan adalah hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu. Jadi,
persatuan dan kesatuan adalah bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam
menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Adapun tahapan pembinaan persatuan
dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai berikut.
a. Perasaan
Senasib
Perasaan senasib muncul
karena adanya keterikatan terhadap kesamaan tempat tinggal ataupun kesamaan
dalam menghadapi sebuah masalah. Di sinilah rakyat Indonesia merasa memiliki
kesamaan sebagai bangsa Indonesia yang tinggal dan hidup di Indonesia, namun
juga merasakan penderitaan akibat penjajahan. Kesamaan senasib inilah yang
mendorong rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengusir para penjajah dari
negeri tercinta.
b. Kebangkitan
Nasional
Kegagalan perjuangan
sebelumnya, menyadarkan bangsa Indonesia untuk mulai merintis persatuan dan
mengubah sistem perjuangan menggunakan organisasi modern yang dipelopori oleh Budi
Utomo.
c. Sumpah
Pemuda
Persatuan dan kesatuan
yang dirintis Budi Utomo ditegaskan lagi oleh para pemuda melalui ikrar Sumpah
Pemuda pada Kongres Pemuda Il di Jakarta.
d. Proklamasi
Kemerdekaan
Perjuangan bangsa
Indonesia untuk bisa mencapai kemerdekaan tidaklah mudah. Dengan pengorbanan
dan persatuan bangsa Indonesia, akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh
bangsa Indonesia dalam mewarisi nilai-nilai kejuangan 1945 sebagai berikut.
- Keberanian dan kejujuran dalam membela kebenaran dan keadilan.
- Menjunjung tinggi martabat diri, keluarga, sekolah, serta bangsa dan negara.
- Tekad dan kemauan untuk mengejar kemajuan.
- Keikhlasan dan kerelaan berkorban demi keluarga, sesama manusia, masyarakat, serta bangsa dan negara.
Adanya semangat
persatuan dan kesatuan Indonesia telah membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa
yang merdeka seperti sekarang. Berikut prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan
bangsa yang harus kita hayati, pahami, dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari
2. Kebanggaan sebagai
Bangsa Indonesia
Negara Kesatuan
Republik Indonesia adalah bentuk negara yang terdiri atas banyak wilayah atau
kepulauan yang tersebar dengan keanekaragaman adat, suku, budaya, dan keyakinan
yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, bersatu,
adil, dan makmur dengan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia.
Menurut Dadang, Sundawa
dalam tulisannya yang berjudul "Kerangka Sosial Budaya Masyarakat
Indonesia", keunggulan-keunggulan NKRI sebagai berikut.
- Memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, seperti adat istiadat, bahasa, agama, kesenian, dan sebagainya.
- Dalam pengembangan wilayah, kita mempunyai konsep wawasan Nusantara sehingga prinsipnya tetap satu pandangan walaupun terdapat berbagai keanekaragaman.
- Semangat Sumpah Pemuda yang selalu merasuki jiwa dan kalbu bangsa Indonesia.
- Memiliki tata krama atau keramahtamahan.
- Letak wilayahnya yang sangat strategis, yaitu di posisi silang dunia sehingga membuat Indonesia menjadi wilayah yang ramai dan mudah dikunjungi oleh bangsa-bangsa lain.
- Tanahnya sangat subur dan kaya sumber alam.
3. Menerapkan Semangat
Nasionalisme dalam Kehidupan Sehari-hari
Nasionalisme adalah
perasaan satu keturunan, senasib, serta sejiwa dengan bangsa dan tanah airnya.
Nasionalisme atau kesadaran nasional juga dapat diartikan sebagai kesadaran
keanggotaan suatu bangsa yang secara bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan
mengisi kekuatan bangsa itu.
Nasionalisme yang dapat
menimbulkan perasaan cinta kepada tanah air disebut patriotisme. Patriotisme
diartikan sebagai semangat cinta tanah air yang berupa sikap rela berkorban
untuk kejayaan dan kemakmuran bangsanya, Patriotisme tidak hanya cinta kepada
tanah air, tetapi juga cinta bangsa dan negara.
Makna nasionalisme dan
patriotisme tidak hanya sekadar perasaan cinta pada tanah air, tetapi juga
perasaan cinta kepada bangsa dan negara. Kecintaan terhadap tanah air, bangsa,
dan negara harus diwujudkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
a. Lingkungan Keluarga
- Menonton film-film perjuangan yang diputar di televisi.
- Membaca buku-buku yang bertema perjuangan.
- Mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah pada hari-hari besar nasional dengan baik dan benar.
- Menjaga nama baik keluarga.
b. Lingkungan Sekolah
- Melaksanakan upacara di lingkungan sekolah secara khidmat.
- Menghayati dan memahami makna lagu-lagu perjuangan.
- Mengaitkan setiap materi pembelajaran dengan nilai-nilai kepahlawanan.
- Menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah.
c. Lingkungan
Bermasyarakat
- Melaksanakan upacara hari-hari besar nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Kebangkitan Nasional, dan Pahlawan.
- Mengamalkan sikap kesetiakawanan nasional di lingkungan sekitar.
- Memelihara kerukunan dengan sesama warga masyarakat.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Komentar
Posting Komentar