Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
1. Pengaruh Keberagaman
Masyarakat
Keberagaman masyarakat
menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditimbulkan dari
keberagaman masyarakat Indonesia sebagai berikut.
- Terciptanya integritas nasional.
- Menjadi sarana untuk memajukan pergaulan antarsuku, agama, budaya, dan golongan.
- Dapat memperkaya khazanah budaya bangsa.
Adapun dampak negatif
yang ditimbulkan dari keberagaman masyarakat Indonesia sebagai berikut.
- Sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di lingkungan pertamanya.
- Sikap etnosentrisme, yaitu suatu pandangan yang menganggap bahwa suku bangsanya sendiri lebih unggul dibandingkan suku yang lainnya.
- Sikap fanatisme, yaitu paham yang berpegang teguh secara berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap salah terhadap keyakinan yang lain.
2. Permasalahan yang Mungkin Muncul dalam Masyarakat Indonesia
Berikut beberapa permasalahan yang ditimbulkan karena adanya keberagaman masyarakat di Indonesia.
a. Permasalahan
dalam Keberagaman Suku
Penduduk Indonesia
terdiri atas berbagai suku. Suku adalah golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa
yang lebih besar. Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh
kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Indonesia memiliki beraneka
ragam suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, seperti suku Jawa,
Sunda, Madura, Batak, dan Dayak. Keberagaman suku di Indonesia berpotensi untuk
memunculkan diskriminasi dalam kehidupan masyarakat.
b. Permasalahan
dalam Keberagaman Agama
Indonesia merupakan
negara yang mengakui adanya Tuhan. Hal tersebut tercermin dalam sila pertama
Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa". Selain dalam Pancasila, hal yang
menunjukkan Indonesia sebagai negara yang beragama tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdapat kalimat "Dengan rahmat Tuhan
Yang Mahakuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur ...". Kebebasan beragama
dilindungi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 29
Ayat (2) yang menyatakan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama
dan kepercayaannya itu". Perbedaan dalam hal keyakinan berpotensi untuk
menjadi sebuah konflik
c. Permasalahan
dalam Keberagaman Ras
Keanekaragaman ras
menjadi salah satu kekayaan bangsa Indonesia dan harus disikapi dengan arif
bijaksana karena perbedaan ras sering kali menjadi benih-benih konflik jika
tidak disikapi secara bijaksana. Ras adalah pembedaan manusia berdasarkan pada
ciri-ciri fisik, seperti warna kulit, rambut, raut muka, dan ciri-ciri fisik
lain. Hal mendasar yang harus diingat adalah setiap manusia memiliki kedudukan
yang sama. Keberagaman ras di Indonesia dapat menyebabkan masalah yang
mengancam keutuhan bangsa.
d. Permasalahan
dalam Keberagaman Gender
Gender adalah jenis
kelamin manusia (laki-laki dan perempuan). Setiap warga negara, baik laki-laki
maupun perempuan memiliki kedudukan yang sama. Laki-laki dan perempuan memiliki
hak yang sama untuk duduk di lembaga pemerintahan serta berbagai bidang
kehidupan lain. Pada zaman dahulu, diskriminasi gender sering terjadi di
masyarakat yang dikaitkan dengan kekuatan fisik, sifat, dan kemampuan. Pada
saat ini diskriminasi gender sudah mulai dapat dihilangkan. Perempuan memiliki
hak dan akses seperti laki-laki, baik dalam bidang politik, sosial, maupun ekonomi.
e. Permasalahan
dalam Keberagaman Antargolongan
Golongan sosial dapat
diartikan sekumpulan orang-orang yang berdasarka atas beberapa hal yang merasa
satu kesatuan hingga masing-masing anggota menumbuhkan dan mengidentifikasi
diri sendiri. Golongan sosial juga dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan
manusia yang ditandai oleh ciri-ciri tertentu serta mempunyai ikatan identitas
sosial. Di Indonesia terdapat berbagai golongan sosial, seperti golongan
wanita, pria, buruh, dan pemuda. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya
permasalahan dalam keberagaman masyarakat.
3. Bentuk-Bentuk
Konflik dalam Keberagaman Masyarakat
Keberagaman di
Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, di
sisi lain keberagaman masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk memunculkan
konflik. Dilihat dari segi tingkatan, konflik dapat dibedakan menjadi konflik
horizontal dan vertikal.
a. Konflik
Horizontal
Konflik yang terjadi di
antara kelompok-kelompok sosial yang sifatnya sederajat disebut konflik
horizontal. Konflik horizontal dapat berupa konflik antarsuku, antar ras, agama,
dan antargolongan.
- Konflik antarsuku disebabkan oleh primordialisme yang berkembang menjadi etnosentrisme.
- Konflik antarras disebabkan oleh primordialisme yang berkembang menjadi stereotip. Misalnya, sistem politik Apartheid di Afrika dan segregasi di Amerika.
- Konflik agama disebabkan oleh primordialisme yang berkembang menjadi fanatisme. Konflik agama dapat berupa konflik intern umat beragama. Misalnya, konflik antargolongan suatu agama atau konflik antarumat beragama (ekstern).
- Konflik antargolongan disebabkan oleh semangat in group yang kuat sehingga dengan kelompok out group akan menimbulkan antipati.
b. Konflik Vertikal
Konflik yang terjadi di
antara lapisan-lapisan di dalam masyarakat disebut konflik vertikal. Berikut
beberapa contoh konflik vertikal dalam masyarakat.
- Konflik antara kelas atas dan kelas bawah, misalnya konflik individual dan kolektif.
- Konflik antara pemerintah pusat dan daerah, misalnya pemberontakan dan gerakan separatis, seperti OPM, GAM, dan Gerakan Papua Merdeka.
- Konflik antara orang tua dan anak, konflik ini akan menimbulkan hambatan dalam sosialisasi nilai dan norma, terkadang menimbulkan kenakalan remaja.
Konflik dapat mengancam
persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia sebagai negara majemuk rawan terjadi
konflik vertikal maupun horizontal. Konflik vertical dan horizontal yang pernah
terjadi di Indonesia sebagai berikut.
- Konflik yang bernuansa separatisme, misalnya konflik di NAD (GAM), Maluku, dan Papua (OPM).
- Konflik yang bernuansa etnis, misalnya konflik di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Ambon.
- Konflik yang bernuansa ideologis, misalnya isu paham komunis dan paham radikal.
- Konflik isu agama atau aliran kepercayaan, misalnya isu berkaitan dengan ajaran sesat.
4. Akibat Konflik dalam
Keberagaman Masyarakat
Suatu konflik dalam
masyarakat bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Konflik terjadi
melalui proses yang ditandai oleh beberapa gejala dalam masyarakat. Banyak
faktor yang memengaruhi terjadinya konflik di masyarakat sehingga konflik yang terjadi
di masyarakat bersifat kompleks atau rumit. Beberapa falktor penyebab konflik sebagai
berikut.
- Perbedaan individu, meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
- Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
- Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok.
- Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Konflik tidak hanya
terjadi pada lapisan masyarakat menengah ke bawah, namun semua lapisan
masyarakat berpotensi terjadi konflik. Konflik tidak hanya disebabkan oleh faktor
ekonomi, namun juga disebabkan oleh berbagai faktor. Konflik dalam masyarakat dapat
memberikan dampak yang positif dan negatif
D. Pencegahan Konflik
yang bersifat SARA
Semangat persatuan dan
kesatuan harus diciptakan dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam suku,
agama, ras, dan antar golongan. Meskipun Indonesia terdiri atas masyarakat yang
majemuk, seluruh bngsa Indonesia menjadi bagian keluarga besar yang memiliki
semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
1. Upaya Pencegahan
Konflik dalam Keberagaman Masyarakat
Persatuan dan kesatuan
bangsa merupakan permasalahan yang melibatkan banyak orang. Memupuk rasa
persatuan dan kesatuan harus dimulai dari diri sendiri. Upaya. untuk membina
persatuan dan kesatuan bangsa harus dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.
Berikut upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik dalam
keberagaman masyarakat.
- Menyelenggarakan kerja sama antardaerah.
- Menjalin pergaulan antarsuku bangsa.
- Memberi bantuan tanpa membedakan suku bangsa atau asal daerah.
- Mempelajari berbagai kesenian dari daerah lain.
- Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain serta tidak mudah marah atau menyimpan dendam.
- Menerima teman tanpa mempertimbangkan perbedaan suku, agama, bahasa, dan kebudayaan.
Untuk mencegah konflik
dalam keberagaman masyarakat, kita harus mengamalkan nilai-nilai persatuan
dan-kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut nilai-nilai persatuan dan
kesatuan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
a. Mempertahankan
Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia
Sebagai warga nėgara,
kita harus siap mempertahankan persatuan dan kesatuan seluruh wilayah
Indonesia. Apabila seluruh rakyat Indonesia bersatu, Indonesia akan semakin
kuat. Bila terpecah belah, negara ini semua akan hancur. Oleh karena itu, kita
harus mempertahankan persatuan dan kesatuan dengan cara berikut.
- Meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah.
- Meningkatkan kualitas dalam berbagai aspek kehidupan.
- Memberikan otonomi daerah.
- Memperkuat sendi-sendi hukum nasional serta adanya kepastian hukum.
- Memberikan perlindungan, jaminan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
b. Meningkatkan
Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika
sebagai semboyan negara harus benar-benar dipahami. Semangat kebinekaan
merupakan semangat bersatu walaupun kita terdiri atas berbagai latar belakang
SARA yang berbeda. Indonesia sebagai bangsa yang majemuk harus menjunjung
tinggi semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia. Öleh karena itu, kita harus
memupuk semangat persatuan dengan selalu menanamkan semangat Bhinneka Tunggal
Ika.
c. Mengembangkan
Semangat Kekeluargaan
Cara paling sederhana
dalam mengembangkan rasa kekeluargaan yang perlu kita lakukan setiap hari,
yaitu membudayakan saling bertegur sapa satu sama lain. Dengan bersikap ramah
kepada orang lain, secara tidak langsung kita telah menumbuhkan rasa
kekeļuargaan dengan orang-orang di sekitar kita.
d. Menghindari
Penonjolan SARA
Isu SARA merupakan isu
yang sangat sensitif di negara majemuk. Oleh karena itu, kita harus menghindari
penonjolan SARA karena bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku,
bahasa, agama, serta adat istiadat. Menghormati dan menghargai suku, agama,
ras, golongan, dan adat istiadat orang lain serta tidak membanding-bandingkan
dapat menghindarkan bangsa ini dari perpecahan
2. Perilaku Mengatasi
Permasalahan Keberagaman dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk mengatasi
permasalahan dalam keberagaman masyarakat sangat diperluka semangat persatuan
dan kesatuan sebagai wujud cinta tanah air, baik dalam lingkungan sekolah,
masyarakat, maupun berbangsa dan bernegara.
a. Kehidupan
Sekolah
Persatuan dan kesatuan
di sekolah dapat diwujudkan dengan cara mengutamakan atau mendahulukan
kehidupan sekolah di atas kepentingan individu dan kelompok. Berikut contoh
perilaku mengatasi permasalahan keberagaman masyarakat dalam kehidupan sekolah.
- Taat terhadap tata tertib sekolah.
- Menghindari perselisihan antarwarga sekolah.
- Berteman dengan tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama.
- Menjaga nama baik sekolah.
- Melaksanakan upacara bendera dengan khidmat.
b. Kehidupan
Bermasyarakat
Persatuan dan kesatuan
dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk dijaga. Persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat adalah kesanggupan dan kemauan untuk
mengutamakan atau mendahulukan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat
di atas kepentingan individu dan kelompok. Lingkungan masyarakat memiliki
pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan generasi muda. Oleh karena itu,
diperlukan perilaku yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa
dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut contoh perilaku mengatasi permasalahan
keberagaman masyarakat dalam kehidupan masyarakat.
- Mengadakan kerja bakti dan bakti sosial.
- Taat terhadap norma yang berlaku di masyarakat.
- Berperan aktif dalam pembangunan di masyarakat.
- Rela berkorban untuk kebaikan.
- Menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat.
c. Kehidupan
Berbangsa dan Bernegara
Semangat persatuan dan
kesatuan memiliki tujuan utama menjaga keutuhan NKRI. Makna persatuan dan
kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kesanggupan untuk
mengutamakan atau mendahulukan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara di atas kepentingan individu dan kelompok. Contoh perilaku
mengatasi permasalahan keberagaman masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara sebagai berikut,
- Saling mengasihi antarwarga.
- Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara,
- Merasa bangga dengan bangsa Indonesia.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
- Memberikan kesempatan kepada setlap daerah untuk mengembangkan kebudayaan.
Komentar
Posting Komentar